Merdeka Belajar dengan Software "Merdeka"

belajar

Ketika menteri pendidikan dan kebudayaan Bapak Nadiem Makarim dilantik, beliau menyampaikan suatu ide baru dalam dunia pendidikan dengan slogan "Merdeka Belajar".

Dalam penyampaiannya pada Acara Kompas 100 CEO Forum di Ritz Carlton Hotel Kuningan, Jakarta Selatan. Kamis, 28 November 2019 menuturkan “Perguruan tinggi merdeka dari aturan pemerintah, dosen merdeka dari lembaga perguruan tinggi, mahasiswa merdeka dari lembaga perguruan tinggi. Sama juga sekolah. Kemerdekaan semua sekolah yang tadinya sifatnya mengawasi malah melayani. Merdeka dari aturan, kemerdekaan guru dalam berkreasi dalam kelasnya sendiri dan kemerdekaan murid dalam menentukan arah dan level yang cocok untuk dia,”(merdeka belajar.com).

Konsep merdeka belajar yang disampaikan pak menteri tersebut mengisyaratkan keterbukaan oleh dosen, guru, mahasiswa dan siswa untuk berkreasi  mewujudkan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimilikinya.

Pertanyaan selanjutnya apakah System,  fasilitas dan sarana yang tersedia sudah memadai untuk mewujudkan konsep merdeka belajar?

Lantas bagaimana Merdeka belajar dengan software "Merdeka"?

Merdeka secara sederhana bermakna bebas, tidak terikat. Tidak adanya hal-hal lain yang dapat menghalangi untuk berbuat.

Apa itu software Merdeka?
Software Merdeka adalah perangkat lunak bebas. Bebas dalam artian empat hal :
1. Bebas untuk digunakan
2. Bebas untuk dipelajari
3. Bebas untuk dimodifikasi
4. Bebas untuk dibagikan salinannya
Software Merdeka dikenal dengan Free Software.

Jika melihat definisi sofware merdeka di atas, maka apakah selama ini kita belajar sudah benar-benar merdeka?

Sisi Pengguna
Seorang siswa/mahasiswa yang ingin menggunakan free software dalam mengerjakan tugas makalah misalnya. Pihak kampus atau sekolah yang menggunakan software Properietary (lawan dari free software) mengharuskan si siswa/mahasiswa mengumpulkan tugas dengan format docx, atau doc. Hal ini tentunya menyebabkan pengguna tidak memiliki kebebasan dalam menggunakan software, walaupun sebenarnya format file docx sudah dapat disimpan dari perangkat lunak bebas seperti LibreOffice.

Sisi Fasilitas
Digitalisasi pekerjaan di segala bidang saat ini adalah hal yang baik, khususnya di dunia pendidikan. Dengan adanya aplikasi satu data dapodik, e-Eds (PMP), dan e-rapor menunjukkan bukti dari proses digitalisasi tersebut. Namun semua aplikasi ini berekstensi ".exe" , tentu tahu kan, kalau aplikasi berekstensi .exe hanya dapat berjalan di System operasi Windows? Adapun Windows bukan merupakan fee software.

Demikian pula halnya dengan e-rapor, ketika menggunakan fitur import nilai mensyaratkan format file yg diimport adalah Excel 2003 (.xls). Sehingga pengguna perangkat lunak bebas tidak dapat mengimport dari aplikasi bebas tersebut.

Kondisi seperti ini tentunya tidak elok jika menyalahkan pengembang aplikasinya yang tidak menyertakan aplikasi dalam format bebas. Kendalanya adalah biaya untuk pengembangan software.

Dari kenyataan di atas nampak kita belum merdeka dalam menggunakan software, menuju slogan "Merdeka Belajar". 

Dengan keadaan seperti itu, lantas bagaiman menggunakan software Merdeka?

Selagi ada kemauan pasti ada jalan. Untuk keperluan penyelesaian pekerjaan kita dapat menggunakan aplikasi LibreOffice Writer untuk persuratan dan sejenisnya, Libre Office Calc untuk mengelola tabel dan angka-angka, Libre Office Impress untuk presentasi, Libre Office Draw untuk gambar dan flowchart dan lain-lain.  yang kesemuanya sudah kompatibel dengan format docx, xls, ppt dan lainnya.

Bagaimana dengan pembelajaran daring?
Untuk kebutuhan pembelajaran dalam jaringan (daring) telah tersedia aplikasi Learning Managemen System (LMS) yang free dan powerfull untuk digunakan yaitu Moodle. Bahkan untuk Pendidikan Profesi Duru (PPG) dalam jabatan tahun 2020 ini dilakukan dengan mode daring menggunakan LMS Moodle. Dan sudah banyak komunitas bahkan perusahaan menggunakan Moodle sebagai media peningkatan kompetensi personilnya.

Untuk kebutuhan video convrens, Jitsi Meet sudah mumpuni untuk digunakan.

Jadi meskipun dengan keterbatasan, merdeka belajar dengan software Merdeka tetap dapat dilakukan.

"Salam Free Software"




LihatTutupKomentar